Review Anime Shounen Maid , Shota Pecinta Kebersihan Part.6 [Ending]

Just Blog Shipper, Konnichiwaa~~

Uyeee, kali ini review anime Shounen Maid akan memasuki dua episode terakhir!

Heuheu, lumayan sedih yaa, padahal di manganya masih banyak. Untuk kamu yang lebih suka baca, kamu bisa lanjut di manganya dengan judul yang sama~

Dan tentu saja, di manga nya akan sedikit berbeda dengan anime, tapi dengan chapter yang lebih lengkap daripada animenya~

Untuk dua episode terakhir, kita akan membahas episode 11 dan 12!

Oke, kalo gitu langsung aja kita caw~~

[Spoiler Alert!]

EPISODE 11

Episode 11 berawal dari mimpi Madoka saat dirinya masih kecil.

Madoka yang saat itu berada di pesta bersama ibu dan kakaknya, harus tumbang karna demam. Chiyo yang khawatir meminta Keiichirou untuk memanggilkan penjaga.

Tapi sebelum Keiichirou pergi, dia di hadang oleh ibu Madoka dan Chiyo, nyonya Kazusa.

Madoka yang saat itu sedang demam, hanya bisa menatap ibunya yang kelihatan tidak peduli. Dia datang hanya untuk meminta Chiyo agar kembali ke pesta. Dan setelah itu, dia hanya menyerahkan semuanya pada Keiichirou dan kembali pergi bersama Chiyo ke pesta.

Tidak ada yang bisa dilakukan Madoka, dia hanya mengingat bagaimana sosok belakang ibunya yang acuh pada keadaannya.

Dan Madoka pun terbangun dari mimpinya.

Setelah terbangun sepenuhnya, Madoka masuk ke dapur dan menemukan bekal buatan Chihiro yang sengaja di persiapkan untuknya.

Di antara perasaan-perasaan tidak enak yang berkecamuk di fikirannya, bekal dan note singkat dari Chihiro cukup bisa membuatnya tersenyum kembali.

Sementara Chihiro yang saat itu berada di sekolah, tampaknya juga merasakan perasaan tidak enak yang juga di rasakan oleh Madoka. Pertemuan kembali mereka dengan nyonya Kazusa membuat Madoka dan Chihiro di landa perasaan tidak menyenangkan.

Bahkan karna terus memikirkan tentang kejadian itu, Chihiro kelihatan tidak fokus saat di sekolah. Seperti tidak menyahut saat di panggil oleh guru, terkena bola karna tidak fokus saat pelajaran olahraga, bahkan menendang ember berisi air di ruang kelas yang sudah di bersihkan.

Kelakuan aneh Chihiro nggak luput dari pengamatan teman-teman sekelasnya, terutama Hino Ryuji yang notabene nya adalah teman dekat Chihiro, dan Nomura Yuu cewek yang menaruh perhatian pada Chihiro.

Karna Hino yang kelihatannya khawatir, Chihiro pun menceritakan alasan di balik kegalauannya pada Hino. Dia mengatakan kalau nenek yang kemarin dia temui ternyata adalah neneknya yang sebenarnya.

Hino yang mendengarnya tidak terlalu kaget, karna sejak awal dia sudah menduga-duga akan kemiripan nenek itu dengan Madoka. Chihiro merasa dia benar-benar tidak peka, padahal Hino saja sudah bisa langsung menebak.

Hino sudah memberitahu Chihiro untuk tidak murung karna masalah itu, tapi sepertinya Chihiro masih dalam mode galau. Bahkan Chihiro berjalan pulang seperti zombie, dan Hino hanya bisa menatap dari belakang.

Setelah Chihiro pergi, teman-teman Yuu datang menghadang Hino dan meminta penjelasan tentang sikap aneh Chihiro pada Hino.

Mereka menanyakan ada apa sampai Chihiro kelihatan agak murung, karna teman mereka jadi khawatir. Yuu yang merasa terpanggil hanya bisa mengintip malu-malu karna tidak bisa menanyakan langsung pada Hino tentang Chihiro. (Ooh! Sifatnya mirip Hinata dari anime sebelah~ #kawaii~)

Kedua teman Yuu meminta Hino melakukan sesuatu untuk membuat Chihiro semangat lagi, dan di saat yang tepat, Ryuji seorang idol dari Uchoten Boys menelponnya mengajaknya main.

Karna itu, untuk membuat Chihiro kembali bersemangat, dia mengirim Ryuji ke rumah Madoka dan menyuruhnya mengajak Chihiro ataupun Madoka main bersama.

Tapi setelah Ryuji sampai di sana, Chihiro masih harus beres-beres rumah, dan Madoka kelihatan sedang tidak mood untuk bermain. Jadi, Ryuji harus kembali lagi dengan muka sedih.

Setelah pulang tanpa hasil, Ryuji ketemuan dengan Hino di taman untuk memberitahukan kegagalan ‘misi’nya pada Hino. Hino agak heran dengan Ryuji, karna biasanya nggak ada yang bisa menolak pesona seorang idol. Dia jadi meragukan kalau Ryuji itu seorang idol terkenal.

Karna rencana A gagal, Hino melanjutkannya dengan rencana B, yaitu.. Memanggil Miyako untuk membuat Chihiro bersemangat kembali!

Bahkan Madoka mengira kalau Miyako kabur dari rumah lagi, karna biasanya dia hanya datang pada hari minggu.

Dan seperti biasa, setelah menyediakan teh kepada tamu, Chihiro beranjak untuk menyelesaikan pekerjaannya lagi, tapi di tahan oleh Miyako yang tiba-tiba memanggilnya.

Untuk membuat Chihiro bersemangat lagi, dia mengajak Chihiro jalan-jalan seperti saat tahun baru. tapi Chihiro menolak dengan alasan ada banyak pekerjaan yang harus di lakukannya. Bahkan Madoka juga kelihatan kurang bersemangat.

Miyako bertanya apa yang membuat Chihiro dan Madoka murung, dia juga mengatakan kalau ada yang bisa dia bantu, dia inging Madoka mengatakan kepadanya. Walaupun dia nggak bisa banyak membantu, tapi kalau di bicarakan pasti akan lebih lega.

Sayangnya, Madoka nggak mau menceritakan apapun, dia hanya bilang ‘jangan khawatir’. Karna itu, Miyako juga pulang tanpa hasil apapun.

Malamnya, Miyako menceritakan apa yang terjadi pada Hino, dia jadi merasa tidak berguna juga karna ‘misi’ nya nggak berhasil. Dan lagi, Miyako juga merasa khawatir pada Madoka yang juga kelihatan murung.

Hino bingung kenapa Madoka juga ikutan nggak bersemangat kayak Chihiro, dan akhirnya Miyako bercerita kalau dari dulu hubungan antara Madoka dan ibunya memang nggak begitu baik. Tapi walaupun itu masalah keluarganya, Miyako sama sekali nggak bisa berbuat apa-apa.

Rasanya Miyako ingin membuat Chihiro dan Madoka kembali bersemangat dengan sedikit merubah suasana. Lalu saat melihat tv, Hino mendapatkan ide untuk membuat duo murung itu kembali bersemangat!

Mereka merencanakan untuk membuat Chihiro dan Madoka menghadiri ‘Hanami’ yaitu tradisi melihat bunga sakura saat mekar. Miyako mengatakannya pada Chihiro saat dia datang pada hari minggu, dan mengajaknya untuk piknik di bawah pohon sakura.

Chihiro yang mendengarnya tidak merasa keberatan sama sekali, tapi kalau memikirkan akan piknik ke tempat yang penuh orang asing begitu, dia jadi tidak yakin kalau Madoka mau ikut.

Miyako tidak habis akal, dia merubah melihat bunga sakuranya di pekarangan rumah Madoka aja, jadi tidak akan ada orang asing, dan Madoka jadi lebih santai. Tapi Chihiro kembali menyahut kalau di pekarangan rumah Madoka nggak ada pohon sakura.

Kalau nggak ada pohon sakura, itu sih bukan Hanami lagi, namanya. Dan dengan refleks, Miyako bilang dia yang akan bawa pohon sakuranya, karna dia nggak mau rencananya dengan Hino membuat Chihiro dan Madoka kembali bersemangat harus gagal.

  Rekomendasi Anime Movie Untuk Pemula

Chihiro yang kaget dengan reaksi Miyako jadi agak bingung, kenapa Miyako jadi begitu bersikeras ingin mengajaknya dan Madoka untuk melihat bunga sakura. Dan Miyako yang baru sadar kalau dia sudah terlalu memaksa, jadi depresi sendiri.

Pada akhirnya, Miyako menceritakan yang sebenarnya, kalau Miyako, Hino, dan yang lainnya merasa khawatir melihat Chihiro dan Madoka tidak bersemangat. Karna itu mereka membuat rencana mengajak Chihiro dan Madoka melihat bunga agar kembali bersemangat seperti biasa.

Chihiro baru tersadar kalau dia sudah bikin orang lain jadi khawatir, tapi pernyataan Miyako membuatnya tersenyum.

Setelah Miyako pulang, Chihiro memberi tahu Madoka kalau Miyako mengajak untuk melihat bunga sakura di kebun pekarangan rumah Madoka. Madoka menanggapinya dengan senyum dan mengatakan kalau Chihiro mau, tidak masalah.

Walaupun kelihatannya tersenyum, Chihiro juga masih bisa merasakan kalau Madoka sedang tidak bersemangat. Dia ingat kata-kata Madoka saat bertanya dengan ketus kepada neneknya di pemakaman.

Walaupun itu adalah ibunya sendiri, Madoka kelihatan tidak begitu dekat dengan ibunya. Dia ingat kalau dulu Madoka pernah menceritakan tentang ibunya kepadanya, tapi tidak pernah menceritakan tentang ibunya dengan kakek dan neneknya.

Rasanya masih banyak yang belum Chihiro ketahui mengenai Madoka. Chihiro ingin Madoka menceritakan berbagai macam hal, bagaimana ibunya, bagaimana kakek neneknya, dan bagaimana Madoka sendiri.

Untuk itu, Chihiro menyetujui idenya Miyako dan kawan-kawan, dan mengundang semua orang untuk piknik melihat bunga sakura di pekarangan rumah Madoka.

Piknik pun di mulai! Dan seperti yang Miyako bilang, dia membawa pohon sakura milik ibunya ke sana. Miyako juga membuat banyak bekal untuk semuanya, dan tidak hanya itu, teman-teman Chihiro sudah membawakan banyak camilan juga untuk piknik hari itu.

Sayangnya Chihiro dan Miyako masih agak sedih karna Madoka tidak bisa datang karna harus kerja. Tapi Keiichirou mengatakan jangan khawatir dan meyakinkan mereka berdua kalau Madoka lapar, nanti juga akan turun sendiri.

Saat pikniknya baru akan di mulai, kakek dan kakak laki-laki Hino tiba-tiba datang dengan mobil truk, menginterupsi acara. Kakek Hino mengatakan, mereka tidak  bisa memulai Hanami kalau tidak ada barang paling utama dalam acara itu.

Dan dengan hebatnya, Kakek Hino membawa pohon sakura besar di atas mobil truknya!

Pestanya berlangsung sangat meriah, karna semua orang datang, bahkan Ryuji idol Uchoten Boys juga bernyanyi untuk mereka.

Kemudian, Keiichirou mendatangi Chihiro yang sedang sendirian untuk meminta maaf langsung. Keiichirou mengatakan kalau yang memberitahu letak makam ibu Chihiro kepada neneknya adalah dia. Keiichirou meminta maaf karna sudah berbuat seenaknya tanpa mempedulikan perasaan Chihiro.

Chihiro yang tiba-tiba mendapatkan permintaan maaf, jadi tidak enak, dia mengatakan kalau dia tidak marah karna itu. Chihiro hanya merasa kaget karna begitu tiba-tiba, dan dia lebih memikirkan Madoka yang kelihatannya marah karna kejadian itu.

Keiichirou kemudian menjelaskan kalau Madoka memang tidak terlalu akrab dengan ibunya sejak dia masih kecil, dan itu bukan karna ibu Chihiro, tapi memang sudah seperti itu sejak dulu. Keiichirou juga menambahkan kalau neneknya memang kelihatan dingin, tapi dia bukan orang yang seperti itu.

Chihiro hanya bisa mengiyakan dengan pandangan menerawang.

Karna tamu undangan nya sudah datang semua, dan juga sudah waktunya makan siang, Chihiro memutuskan untuk mengajak Madoka bergabung dengan semuanya.

Walaupun sudah di beritahu kalau semuanya datang, tapi Madoka masih kelihatan enggan untuk bergabung. Wajahnya masih kelihatan murung, karna itu Chihiro mengundang Madoka dengan tamagoyaki kesukaannya.

Chihiro bilang agar Madoka mau mencicipi tamagoyaki nya karna Chihiro merasa kalau dia sudah membuatnya dengan baik kali ini. Karna tamagoyaki adalah makanan kesukaan Madoka yang mengingatkannya dengan ibu Chihiro.

Dan karna melihat Chihiro yang kelihatan berharap, dia akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung.

Saat sudah turun bersama Chihiro, Madoka langsung di tawari makanan oleh Miyako, bahkan di tawari sake oleh Keiichirou.

Madoka juga kaget melihat Keiichirou yang sudah mabuk sake bersama kakek dan kakak laki-laki Hino.

Acaranya berjalan sangat lancar, semua orang bersenang-senang, bahkan tamagoyaki Chihiro sudah mendapat pujian dari Madoka. Dan yang lebih penting dari semua itu, mereka menikmati acara melihat bunga sakura bersama-sama, karna itu semuanya jadi lebih menyenangkan~~

(Semoga pandemi di seluruh negeri cepat terselesaikan agar kita juga bisa pergi piknik bersama keluarga dan teman-teman dengan bebas di bawah matahari. Amin~)

Setelah bergabung dengan Keiichirou dan yang lainnya, Madoka harus undur diri lebih dulu karna mabuk. Dan Chihiro sengaja membawakan minuman pereda mabuk agar Madoka lebih baik.

Saat itulah pada akhirnya Madoka berinisiatif meminta maaf kepada Chihiro. Madoka mengatakan kalau dia tidak bermaksud membuat Chihiro bertemu dengan neneknya. Dan hal itu masih mengganggu Madoka hingga saat ini.

Tapi Chihiro buru-buru meralat, kalau dia tidak marah karna bertemu dengan neneknya. Dia hanya kaget karna terlalu tiba-tiba, sama seperti yang dia katakan kepada Keiichirou.

Selama ini Chihiro selalu berfikir kalau keluarga besar dari ibunya adalah orang yang dingin. Dia merasa kalau bertemu nanti, dia pasti akan langsung di abaikan. Padahal banyak yang ingin di katakan, tapi saat bertemu malah tidak ada sepatah katapun yang keluar.

Chihiro juga berfikir kalau dia tinggal dengan mereka, pasti kehidupannya akan jadi lebih buruk, tapi dugaannya salah, karna dia bertemu dengan Madoka. Dia bertanya pada Madoka, apakah pemikiran seperti itu membuatnya kelihatan tidak memiliki hati? Tapi Madoka malah menjawabnya dengan tersenyum.

Chihiro kemudian menceritakan kalau dia sudah sering bertemu dengan neneknya. Dulu dia merasa kalau dia adalah seorang nenek yang baik, tapi kemudian orang itu benar-benar menjadi neneknya. Entah apapun itu, Chihiro merasakan bagaimana rasanya memiliki nenek, dan itu sangat menyenangkan.

Walaupun Madoka masih tetap tidak terlalu menyukai ibunya.(Madoka gak boleh gitu, sama ibumu! Jitak nih! #plak)

Waktupun berlalu, hari sudah mulai gelap dan sudah waktunya mengakhiri acara hari itu. Semua orang berpamitan san sama-sama mengucapkan terimakasih untuk kontribusi dari semuanya untuk pesta hari itu. Kemudian mereka sama-sama berjanji akan membuat acara hanami lagi tahun depan!

Malamnya, Madoka kembali mengalami mimpi yang selalu di lihatnya setiap malam, tapi kali ini ada yang berbeda. Bukan mimpi tentang ibunya yang tidak peduli, ataupun ibunya yang pergi tanpa melihat padanya.

Tapi wajah tidur ibunya yang semalaman menungguinya di samping tempat tidurnya. (Lihat, tidak ada seorang ibu yang benar-benar mengacuhkan anaknya tanpa alasan. Karna seorang ibu di dunia, pasti menyayangi anaknya bagaimanapun keadannya.)

  Jasa Translate Komik

Setelah terbangun, Madoka menyadari setelah dia pergi selama ini, ibunya menjadi semakin tua dan kelihatan kesepian.

Semoga semua yang sudah di lalui Madoka, Chihiro dan bahkan ibunya Madoka dapat membuat mereka sadar akan pentingnya komunikasi dalam sebuah keluarga.

Kemudian waktu pun berlalu, dan Chihiro sudah naik ke kelas 6, perjalanannya akan sangat sulit mulai sekarang. Karna itu dia berdoa akan lebih berusaha keras menaiki tangga kedewasaan, agar sang ibu yang sudah berada di surga tidak mengkhawatirkan dirinya lagi.

EPISODE 12

Awal episode 12 adalah kegundahan dari Madoka yang bingung menentukan warna pink atau biru.

Chihiro yang sepertinya sudah biasa meminjamkan kepalanya untuk eksperimen Madoka santai-santai aja, beda dengan Hino yang dari tadi kelihatan kebingungan dengan tingkah aneh bin ajaib Madoka.

Tahun ini, kelihatannya Madoka sedang kesusahan dengan pekerjaannya, karna masalah yang terus-terusan datang. Karna Madoka yang kelihatan linglung dan terlalu stress memikirkan pekerjaan, sampai lupa makan, Chihiro berinisiatif membuatkan bekal untuk Madoka.

Walaupun di buatkan bekal, kesibukan Madoka membuatnya hanya makan sekali dalam sehari. Chihiro jadi makin cemas karna kesehatan Madoka.

Setelah mimpi aneh bertemu dengan seorang gadis kecil semalam, Chihiro di bangunkan dengan kejam oleh jam beker. Lalu setelah dia sepenuhnya bangun dan membersihkan diri, Chihiro mengecek keadaan Madoka yang semalaman bekerja membuat pakaian.

Tapi saat masuk ke ruang kerja Madoka, yang dia lihat adalah Madoka yang ketiduran dengan posisi duduk di atas sofa kerjanya. Setelah membangunkannya, Chihiro mencoba mengecek apakah Madoka terserang demam, tapi Madoka mengatakan dia baik-baik saja dan malah kembali bekerja.

Tapi bukan Chihiro namanya kalau dia tidak bisa menangkap keanehan dari Madoka. Chihiro tidak mempercayai kata ‘baik-baik saja’ dari Madoka, karna itu dia mengecek bekal makanan yang di buatnya untuk Madoka.

Benar saja, bekalnya hanya di makan sedikit.

Karna tidak pernah mengurus orang sakit sebelumnya, Chihiro bingung akan mempersiapkan apa, dia bingung memilih kompres apa yang harus di pakai, atau lebih baik membeli obat flu atau minuman bervitamin.

Chihiro yang selama ini tinggal bersama Madoka, merasa bertanggung jawab pada kesehatan Madoka. Kalau pekerjaannya sedang banyak sampai dia Madoka sibuk, Chihiro harus mengatur pola makan Madoka agar dia tidak sakit.

Lalu saat dia sedang bingung memikirkan makanan apa yang mudah di cerna untuk Madoka, dia kembali bertemu dengan neneknya.

Seperti biasa, neneknya yang juga menyukai kucing seperti Madoka sedang mencoba mendekati kucing.

Kali ini dengan mainan yang biasanya di sukai kucing, tapi setiap kucing yang dia dekati, selalu saja kabur.

Di tambah, si nenek langsung syok saat tahu kalau Chihiro dari tadi melihat kelakuan anehnya. (wkwk. Astaga, kocak banget di sini. Nggak kebayang, orang yang kelihatan dingin, bahkan di hadapan anak-anaknya, bisa nggak berkutik dan kelihatan konyol di hadapan cucu nya.)

Karna gak bisa menutupi rasa malunya, si nenek dengan wajah malu mengatakan kalau dia sama sekali nggak keren karna berkali-kali memperlihatkan kelakuan anehnya di depan Chihiro. Chihiro yang mendengarnya, otomatis langsung tertawa geli.

Bahkan kecanggungan yang tadinya ada di antara mereka langsung menghilang.

Setelah mereka mengobrol seperti biasa, Chihiro tanpa sengaja mengatakan kalau Madoka terkena demam. Mendengar perkataan Chihiro, nenek itu hanya menghela nafas dan mengatakan kalau Madoka selalu sakit kalau musim berganti, padahal dia sudah meminta Madoka untuk lebih dewasa.

Dan entah kenapa, melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh neneknya, membuatnya teringat dengan ekspresi ibunya. Lalu setelah melihat langit, si nenek meminta Chihiro segera pulang sebelum hujan turun.

Tapi sebelum nenek itu jauh, Chihiro menghentikan laju si nenek dengan ragu. Entah kenapa kata-kata yang sudah siap di keluarkannya tidak bisa keluar dari mulutnya. Dan malah mengatakan ‘sampai jumpa’.

Sebenarnya banyak yang ingin Chihiro tanyakan kepada neneknya, seperti ‘apakah Madoka pernah berbuat yang tidak baik terhadapnya?’ atau ‘bagaimana perasaanmu kepada ibuku?’ atau, ‘bagaimana aku harus memanggilmu?’

Semuanya hanya bisa di pendam oleh Chihiro, dan membiarkan siluet neneknya berjalan menjauh.

Saat sampai di rumah, Chihiro di sambut oleh Keiichirou yang sedang sibuk mengangkat kotak-kotak berisi gaun yang sudah di buat oleh Madoka. Dan karna cuaca yang hampir hujan, dia juga tidak lupa membawakan payung untuk Keiichirou sebelum dia berangkat.

Sambil berganti pakaian dengan pakaian kerjanya, Chihiro masih memikirkan tampak punggung dari neneknya. Tapi lamunannya buyar saat tidak sengaja dia mendengar suara tawa seorang gadis kecil. Karna penasaran, dia melihat keluar jendela, tapi tidak menemukan siapapun di bawah sana.

Setelah selesai berganti baju, Chihiro masuk ke ruang kerja Madoka untuk mengantarkan obat, tapi Madoka sedang membaca surat. Madoka mengatakan kalau orang yang memesan gaunnya mengiriminya foto pernikahannya.

Melihat Chihiro yang sedang melihat foto, Madoka bertanya apakah Chihiro pernah melihat orang menikah? Karna pengantin wanitanya akan terlihat lebih cantik saat di lihat dari dekat, rasanya seperti aura kebahagiaannya menyebar ke seluruh ruangan.

Madoka merasa, kalau saat itulah hari di mana perempuan menjadi sangat cantik. Dengan senyum lembut Madoka mengatakannya dengan tulus, tapi setelah itu, dia malah cerita kalau nembak tapi nggak di terima rasanya ngenes banget. (Astaga, diriku sweatdrop parah. Wkwk. Ternyata Madoka ganteng-ganteng jones.)

Chihiro jadi ingat orang-orang yang sudah pernah di buatkan gaun oleh Madoka, seperti orang yang ada di foto itu, Miyako, juga Hana, mereka semua kelihatan sangat bahagia.

Karna itu, agar Madoka bisa terus membuat pakaian yang bisa membuat orang bahagia, Chihiro dengan tegas menempelkan sticker penurun panas di dahi Madoka, juga memberikan obat dan minuman bervitamin padanya.

Chihiro mengatakan sebenarnya dia tidak mau melakukannya, tapi kalau memang Madoka tidak mau makan, setidaknya minum minuman bervitamin agar Madoka tidak sakit.

Melihat Madoka yang berusaha, Chihiro juga jadi tidak mau kalah, dan melakukan apa yang dia bisa untuk membantu. Dan Melihat Chihiro yang berusaha keras membuatnya tetap sehat, Madoka juga jadi semakin bersemangat melakukan pekerjaannya dengan sebaik mungkin.

Esoknya, Chihiro di sibukkan dengan barang-barang Madoka yang akan di kirim ke pemesan. Bahkan undangan teman-temannya untuk main game saja harus dia tolak karna ingin membantu Keiichirou dan Madoka yang sedang sibuk.

  Rekomendasi Anime Harem Terkece!

Dengan beberapa kali bolak-balik, Chihiro dan Keiichirou selesai memindahkan semua barang ke dalam mobil. Setelah Keiichirou pergi, Chihiro masuk ke dalam rumah, tapi saat naik ke lantai atas, dia menemukan Madoka yang sudah tepar di depan ruang kerja.

Dan setelah mengetahui pekerjaan Madoka sudah berhasil terselesaikan dengan sangat baik, Chihiro dan Madoka ber highfive ria~ tapi akhirnya Madoka tepar beneran. Wkwk

Chihiro selesai membuat sup untuk makan malam Madoka, karna Madoka harus istirahat, Chihiro sengaja membawakannya ke kamar Madoka. Tapi saat dia ke kamarnya, orang yang di tuju tidak ada di dalam kamar.

Setelah mencari ke seluruh ruangan, ternyata Madoka ada di dalam ruang kerjanya, dengan wajah sendu menatap wedding dress yang bercahaya putih di bawah sinar rembulan.

Chihiro penasaran, apakah Madoka mengerjakan pekerjaan yang kelupaan, tapi ternyata salah. Madoka mengatakan kalau gaun itu adalah gaun pertama buatannya yang merupakan gaun milik kakaknya.

Bahkan karna gaun itu memiliki banyak kekurangan karna itu gaun pertama buatannya, dia mengulang sebanyak 500 kali untuk menyempurnakannya. Sayangnya kakaknya tidak pernah bisa memakainya.

Padahal dulu dia sudah berjanji akan membuatkan gaun pernikahan paling cantik untuk pernikahan kakaknya. Madoka masih kelihatan melamun saat mengingat janjinya dengan kakaknya sampai-

Chihiro memasukkan termometer ke dalam telinganya, dan menyuruhnya untuk beristirahat.

Saat mendorong Madoka untuk beristirahat, dia mengintip ke arah gaun milik ibunya, dan anehnya, dia melihat gaun milik ibunya berpendar menyilaukan. Tapi hanya sekilas, dan Chihiro kembali mendorong Madoka menuju kamarnya.

Setelah mereka keluar dari ruang kerja, gaun itu terlihat berkibar karena angin, dan muncullah gadis kecil di samping gaun itu.

Chihiro masih saja menyuruh Madoka tidur, setelah memakan makan malamnya, dia juga menanyakan kompres demam yang Madoka tinggalkan di ruang kerja. Karna itu Chihiro kembali ke ruang kerja Madoka untuk mengambil kompres itu.

Saat masuk ke ruang kerja, Chihiro menahan kesabarannya setelah menabrak barang-barang yang berantakan di mana-mana. Dan saat dia mau merapikan barang yang tidak sengaja di tabraknya, ada sebuah tangan yang memberinya kompres yang tadi sedang di carinya.

Chihiro kaget karna seharusnya tidak ada orang selain dirinya dan Madoka di rumah itu. Dia langsung mundur dan tidak sengaja terpeleset, tapi sebelum tubuhnya menabrak lantai, sebuah sofa di ujung ruangan tiba-tiba bergerak menahan jatuhnya Chihiro.

Chihiro langsung berteriak dan berlari ke kamar Madoka, bahkan setelah memakaikan kompres demam pada Madoka, Chihiro tetap di sana dan tidak berani kembali ke kamarnya. Sampai pada akhirnya, Chihiro jatuh tertidur di atas sofa sebelah tempat tidur Madoka.

Mendengar ada suara tawa gadis kecil, Chihiro kembali membuka matanya, dan dia di kejutkan oleh penampakan gadis kecil yang melayang di depannya. Anehnya, saat dia berteriak, gadis itu menyuruhnya jangan berisik karna Madoka sedang tidur.

Melihat gadis kecil yang ada di depannya, entah mengapa membuatnya deja vu, dia merasa pernah melihat gadis kecil itu entah di mana.

Setelah Chihiro kelihatan tenang, gadis itu mengatakan padahal dia sudah repot-repot membantu Chihiro, tapi malah di panggil hantu, dia menyebut Chihiro tidak sopan.

Dia juga mengatakan, karna sudah satu tahun, dia ingin datang dan menemui Chihiro. Dia juga bertanya apa ada yang mau di ceritakan padanya. Chihiro tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh gadis itu, tapi entah kenapa dia merasa mengenalnya dengan baik.

Akhirnya Chihiro menceritakan tentang dia yang di bawa ke rumah itu oleh Madoka. Dia juga bercerita tentang Keiichirou dan Miyako yang kabur dari rumah. Bahkan dia bercerita kalau dia berusaha belajar membuat tamagoyaki.

Sementara itu sang gadis kecil mendengarkan dengan wajah bahagia.

Chihiro dengan mudahnya menceritakan semua kejadian menyenangkan yang di laluinya selama setahun dia pindah ke rumah Madoka. Chihiro juga menceritakan dengan senang saat Madoka datang ke pertemuan orang tua di sekolahnya.

Juga bagaimana dia menghabiskan tahun baru bersama dan melihat matahari di tahun baru bersama dengan Madoka. Lalu dia menceritakan pertemuannya dengan ibu dari Madoka dan ibunya. Namun entah kenapa senyum gadis itu sedikit mengendur walaupun masih tetap tersenyum.

Ada banyak suka dan duka yang terjadi selama setahun ini, tapi dengan wajah bahagia Chihiro mengatakan kalau dia sama sekali tidak merasa kesepian. Setelah mendengar perkataan bahagia Chihiro, gadis itu merasa lega dan menyatukan kedua dahi mereka.

Chihiro baru menyadari, perbuatan gadis itu mengingatkannya dengan apa yang selalu ibunya lakukan. Setelah itu, cahaya terang menyinari kamar Madoka, dan gadis itu mengatakan kalau dia sudah di jemput.

Sebelum pergi, gadis kecil itu menyuruh Madoka menjaga dirinya sendiri lalu menyentil dahi Madoka. Kemudian terbang ke arah cahaya yang datang dari jendela, namun hal yang membuat Chihiro kaget adalah, gadis itu berubah menjadi dewasa dan menjadi ibunya.

Di sebelah seorang pria yang datang menjemput, dengan tangan saling bertautan, dan senyum di bibir, ibunya mengucapkan selamat tinggal. Kemudian menghilang di gantikan dengan cahaya putih menyilaukan.

Saat Chihiro tersadar, matahari pagi sudah muncul dan mengintip dari sela-sela tirai jendela. Setelah membuka jendela dan membiarkan cahaya pagi masuk, Madoka bangun dari tidurnya dan bertanya apakah Chihiro yang menyentil dahinya saat dia tidur?

Dan hebatnya demam Madoka juga sudah hilang pagi itu.

Melihat Madoka yang kelihatannya sudah sehat, dengan senyuman, dia mengatakan kalau semua itu mungkin berkat ibunya.

Setelah itu, semuanya kembali seperti biasa, kehidupan Chihiro yang di sibukkan oleh hobby bersih-bersihnya. Lalu teman-teman sekelasnya yang juga sering main ke rumahnya, juga pusingnya Keiichirou karna Madoka yang kerjanya main-main terus.

Semuanya tetap berlalu dengan ramai dan ceria, terutama ramai karna Chihiro yang selalu memarahi Madoka agar berhenti main-main dan bekerja!

Pokoknya, semua tidak berubah,tetap ‘yang tidak bekerja, gak boleh makan’.

Daaaannn~ episode terakhir dari anime Shounen Maid, selesaaaii~~~

Yeaayy!! #tarik confetti

Kalau kata orang, suatu cerita pasti ada akhirnya, tapi tetap bukan akhir untuk berkarya. Kalau kamu kangen dengan anime ini, kamu bisa baca manganya yang lebih lengkap.

Untuk review episode sebelumnya ada di sini~ Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5

Kita akan bertemu lagi di up selanjutnya, jadi nantikan terus yaa~

Jaa, matta neee~~

Apa Tanggapan Anda??

2 thoughts on “Review Anime Shounen Maid , Shota Pecinta Kebersihan Part.6 [Ending]”

  1. Selamat siang,

    Saya Fatimah dari WeXpats Indonesia, Media Artikel di bawah perusahaan Jepang Leverages yang bertujuan memberikan informasi seputar Jepang kepada masa di Indonesia.

    Kami menemukan blog ini yang mereview anime, film dan drama Jepang. Apakah kami boleh memperkenalkan blog Anda di salah satu artikel kami?

    Terima kasih. Kami menunggu jawaban Anda.

    1. Selamat siang,, Terima kasih sudah mampir di blog saya. Silahkan kakak untuk di perkanalkan web ini di artikel WeXpats Indonesia. Terima Kasih 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *