Review Anime Shoune Maid, Shota Pecinta Kebersihan Part.4

Konnichiwa, Just Blog Shipper~

Kembali lagi di review anime Shounen Maid si shota pecinta kebersihan bagian 4!

Yaah, kali ini kita akan membahas episode 7 dan 8~

Oke, langsung aja kita cekidot!

[Spoiler Alert!]

EPISODE 7

Awal pagi Chihiro di episode ke 7 ini, di mulai dari Keiichirou yang menyela kegiatan belajarnya di dapur. Keiichirou tidak mengetahui kalau Chihiro sedang mengerjakan PR dan memintanya membuatkan teh.

Tapi karna melihat Chihiro mengerjakan PR nya di dapur, Keiichirou jadi bertanya pada Madoka. Keiichirou menekankan kalau harusnya tugas anak SD itu belajar, dan harusnya Chihiro juga mengerjakan PR nya di kamar, bukan di dapur.

Madoka juga berfikiran sama, dia bahkan sudah mengatakannya pada Chihiro, tapi Chihiro menolak dengan alasan, kalau dia belajar di kamar, dia gak akan ada waktu buat kerja. Tapi walaupun begitu, nilainya selalu paling tinggi di kelas.

Selain itu, walaupun di bilang untuk menikmati waktunya dan melakukan apapun yang di suka, Chihiro itu terlalu gila bersih-bersih. Sampai Keiichirou dan Madoka pun di buat bingung.

(Bisa di bilang, walaupun nggak banyak belajar di rumah, Chihiro masih bisa mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya. Pintar, rajin, dan selalu menjaga kebersihan, Chihiro adalah contoh anak yang patut di jadikan panutan. Jadi, kalau Chihiro aja bisa, kenapa kita nggak? Ya gak? Hehe)

Setelah itu, di kelasnya, Sensei memberi tahu kalau seminggu lagi akan di adakan kunjungan orang tua, dan semua murid di haruskan membuat karangan mengenai cita-cita untuk di baca di hari kunjungan orang tua nanti.

Entah kenapa tema mengenai cita-cita ini membuat Chihiro agak kebingungan. Dulu saat kecil dia pernah di tanya mengenai cita-citanya, dan dia menjawab cita-citanya adalah menjadi orang kaya. Tapi orang-orang sepertinya berfikir kalau itu bukan cita-cita yang bagus.

Bahkan teman-temannya menyarankan untuk mencari cita-cita yang lebih bagus, atau memilih pekerjaan yang cocok untuknya. Karna itu, dia terus memikirkannya di perjalanannya sepulang sekolah.

Sampai kemudian Hino menanyakan tentang Madoka akan datang atau tidak saat hari kunjugan nanti.

Chihiro berfikir sepertinya Madoka sedang sibuk karna pekerjaan, di tambah Madoka juga tidak suka tempat ramai dimana banyak orang asing yang tidak dia kenal.

Karna itu Chihiro mengatakan tidak perlu memberitahu Madoka, lagipula itu kan kunjungan untuk orang tua, dan dia sudah tidak punya orang tua.

Mendengar perkataan terakhir Chihiro, entah kenapa Hino jadi merasa harus melakukan sesuatu. Karna itu tanpa sepengetahuan Chihiro, Hino memberitahu Madoka kalau minggu depan akan ada acara kunjungan orang tua, dan meminta Madoka untuk datang.

Tapi Madoka yang mendapat pesan dari Hino jadi agak murung. Madoka ingin sekali hadir di acara itu, dan Keiichirou juga mengatakan dia tidak memiliki jadwal untuk minggu depan. Tapi kalau Chihiro tidak memberikan lembar pemberitahuannya, dia jadi merasa Chihiro tidak mau dirinya datang.

Keiichirou yang melihat Madoka bingung, memberi saran agar Madoka bertanya langsung pada Chihiro. Tapi Madoka membalas kalau Chihiro tidak mau dia datang, nanti pasti jadi masalah. Karna itu Keiichirou hanya bisa menghela nafas lelah.

Saat makan malam, Chihiro maupun Madoka saling lirik. Chihiro ragu ingin mengatakan tentang hari kunjungan pada Madoka atau tidak. Dan Madoka ragu ingin menanyakan tentang hal yang sama pada Chihiro atau tidak.

Tapi pada akhirnya mereka bicara di saat yang bersamaan.

Mereka jadi sama-sama canggung, dan Chihiro meminta Madoka bicara lebih dulu. Tapi karna di suasana yang canggung, Madoka tidak berani bertanya tentang hari kunjungan, dan malah bertanya tentang sekolahnya.

Chihiro yang tadi berniat bertanya juga jadi mengurungkan niatnya untuk bicara. Pada akhirnya makan malam mereka berakhir tanpa ada satupun yang bicara lagi.

Chihiro jadi semakin yakin untuk tidak memberitahu Madoka, dia juga memikirkan mungkin saja Madoka tidak akan tertarik dengan hal-hal seperti kunjungan orang tua.

Chihiro juga berfikir mereka tidak terlalu akrab sampai Madoka harus datang ke acara seperti itu untuknya. Kalau dia tetap memaksa, bisa saja itu akan membuat masalah pada Madoka, dia tidak ingin membuat Madoka repot karna keegoisannya.

Di saat Chihiro sedang sibuk berfikir, suara Madoka yang menyuruhnya mandi mengagetkannya. Karna kaget, Chihiro tanpa sengaja meremas surat pemberitahuan di tangannya, dan bergegas berlari ke kamar mandi untuk menghindari Madoka.

Setelah melihat lagi surat pemberitahuan yang tadi di remasnya, Chihiro jadi ingat saat ibunya menemukan surat kunjungan orang tua tahun lalu yang juga dia sembunyikan. Ibunya kesal karna Chihiro menyembunyikan surat itu dan tidak memberitahunya.

Saat itu Chihiro menyembunyikannya karna tidak mau mengganggu ibunya yang harus bekerja. Tapi yang Chihiro lihat adalah wajah sedih ibunya karna dia tidak memberitahu apapun. Entah kenapa ekspresinya mengingatkannya dengan ekspresi madoka saat dia diam-diam memungut anak anjing.

Ekspresi sedih dan terluka.

Kalau kali ini Chihiro melakukan apa yang dilakukannya tahun lalu, menyembunyikan surat pemberitahuan itu dari keluarganya, Madoka mungkin akan sedih juga seperti ibunya. Karna itu pada akhirnya Chihiro memutuskan  memberikan surat itu pada Madoka.

Dengan muka ragu dan agak cemas, Chihiro mengatakan kalau minggu depan akan ada hari kunjungan orang tua. Chihiro juga mengatakan tidak masalah kalau Madoka tidak mau datang, karna di sana pasti akan ada banyak orang.

  Rekomendasi Anime Komedi Terngakak!

Tapi tentu saja jauh di dalam hatinya, Chihiro mengharapkan Madoka datang. (Omegosh! Chihiro Kawaiii~!!!!)

Madoka jadi agak membatu saat Chihiro menyerahkan surat pemberitahuannya. Di tambah, dengan wajah cemas dan ragu, Chihiro bertanya padanya akan datang atau tidak. Jelas saja Madoka langsung berbunga-bunga.

Melihat Madoka yang kelihatan sangat antusias, bahkan sampai mendesain pakaian untuk hari kunjungan orang tua nanti, Chihiro jadi bersyukur karna sudah memberitahu Madoka. Chihiro tidak tahu kalau semuanya akan berjalan lancar setelah dibicarakan.

Kemudian masalah selanjutnya adalah tentang karangan yang akan di bawakan Chihiro di hari kunjungan orang tua nanti.

Karna Madoka sudah tahu kalau temanya adalah cita-cita, Chihiro pun membicarakannya juga bersama Madoka. Chihiro masih belum mengetahui apa yang akan di tulisnya, walaupun Madoka bilang menjadi apapun boleh, tapi Chihiro tetap tidak bisa memutuskannya secara asal.

Dengan senang, Madoka mengatakan kalau dulu cita-citanya adalah menjadi seorang Xavier, alasannya karna dia ingin memakai pakaian bergaya Elizabeth. Tapi syukurlah nggak jadi karna tentu saja langsung dapat ceramah dari Keiichirou.

Pada akhirnya Chihiro mengatakan cita-citanya saat kecil dulu adalah menjadi orang kaya, pada Madoka. Chihiro mengatakan kalau dia jadi orang kaya, maka dia pasti akan hidup bahagia dengan ibunya, tanpa harus ibunya bekerja siang malam.

Tapi tentu saja Chihiro nggak bisa menulis begitu.

Di tengah kebingungannya, Madoka dengan semangat bertanya seberapa banyak uang yang Chihiro inginkan. Chihiro mengira Madoka mungkin akan mentertawakannya setelah tahu apa cita-citanya, tapi ternyata tidak.

Madoka mengatakan jadi orang kaya itu sangat menyenangkan, dia juga bilang ingin punya banyak uang bukan hal yang buruk. Madoka bahkan bercerita kesenangannya saat dia pertama kali mendapatkan gaji setelah bekerja.

Tapi sebelum itu, mereka memikirkan bagaimana caranya untuk bekerja dan mendapatkan uang. Untuk bekerja, seseorang harus memiliki keahlian, dan keahlian Chihiro adalah bersih-bersih.

Kemudian Chihiro berfikir mungkin menjadi pengurus rumah? Tapi Madoka menjawab harus pekerjaan dengan bisnis lebih besar. Dan Chihiro kembali berfikir menjadi pembersih gedung, atau pelayan di rumah makan?

Di sanalah Madoka mendapat ide!

Kalau Chihiro memang ingin jadi orang kaya, menjadi pemilik hotel adalah pekerjaan yang pas. Selain itu, hotel memiliki banyak kamar, dan Chihiro bisa bebas bersih-bersih sebanyak yang di inginkan. Seperti yang di duga, mendengar ‘bersih-bersih sepuasnya’, Chihiro jadi ngiler. Wkwk

Dan entah kenapa, pembicaraan mereka berlangsung menjadi semakin seru. Seperti Madoka yang nantinya akan tinggal di lantai paling atas Hotel, rencana Madoka yang ingin mendesain seragam untuk pelayan Hotel Chihiro nanti, juga menu yang akan di buat di Hotel nanti.

Terlalu semangatnya, sampai Madoka mencoret-coret semua rencananya di atas kertas yang akan menjadi tempat karangan Chihiro nanti.

Sebelumnya Chihiro tidak pernah mengobrol sampai seperti itu, sampai akhirnya dia menyadari kalau mengobrol mengenai cita-cita dengan orang lain itu sangat menyenangkan.

Hari kunjungan pun tiba, semua orang tua murid sudah bersiap sebelum acara pembacaan karangan di mulai.

Karna walau bagaimanapun orang tua pasti akan menyempatkan datang ke sekolah kalau itu untuk melihat anaknya belajar dengan giat. Terutama untuk keluarga Hino, yang datang dengan seluruh anggota keluarga lengkap.

Setelah beberapa lama, bagian belakang kelas sudah di hadiri hampir semua orang tua murid, sayangnya Chihiro belum juga melihat wajah Madoka. Chihiro memikirkan beberapa kemungkinan saat Madoka belum menampakkan diri.

Mungkin saja Madoka tidak jadi datang karna pekerjaannya, atau yang lebih parah Madoka lupa jalan ke sekolahnya dan tersesat. Memikirkan kemungkinan yang terakhir membuatnya tidak sanggup membayangkan nasib Madoka.

Tapi kemudian, suara Keiichirou dan Madoka menyapa pendengaran Chihiro, membuatnya langsung menoleh. Madoka yang melihat langsung menyapa Chihiro dengan melambaikan tangan. (Madoka-san, mabushii~~)

Kedatangan Madoka yang menyilaukan itu membuat kelas menjadi heboh, dan tentu saja Madoka langsung jadi pusat perhatian. Chihiro yang melihat Keiichirou juga tidak menyangka kalau Madoka akan datang bersama Keiichirou.

Keiichirou menjelaskan, niat awalnya dia hanya akan melihat apakah Madoka akan baik-baik saja pergi sendiri, tapi ternyata dugaanya terbukti. Madoka kelihatan terhuyung-huyung dan kelihatan bingung akan masuk apa tidak, karna itu dia ikut menemani Madoka.

Saat acara sudah di mulai, Chihiro khawatir Madoka akan baik-baik saja apa tidak, tapi ternyata dia bisa mengatasinya. Dan yang lebih penting, Madoka benar-benar datang untuk dirinya.

Madoka juga tersenyum hangat saat Chihiro di minta membacakan karangannya di depan seisi kelas. Dia terlihat seperti seorang ayah yang bangga pada anaknya.

Madoka bermaksud mengajak Chihiro pulang bersama setelah acara selesai, tapi Sakamoto-sensei tiba-tiba saja memanggil Chihiro dan walinya untuk mengobrol. Karna setelah pindah ke rumah Madoka, Chihiro kelihatan sudah banyak berubah. Karna itu Sakamoto-sensei, ingin bertanya pada Madoka apa saja yang di lakukan Chihiro di rumah.

Chihiro dan Madoka yang mendengarnya sama-sama saling melirik. Chihiro yang bekerja di rumah itu sebagai Maid, akan membuat orang lain salah faham dan khawatir. Dan di saat seperti itu, Keiichirou malah bilang akan pulang duluan.

Mengingat bagaimana bodohnya Madoka kalau berbicara dengan orang asing, mereka berdua berfikir, Keiichirou adalah kandidat yang paling cocok untuk menolong mereka. Karna itu Madoka dan Chihiro tidak membiarkan Keiichirou untuk pergi.

  Rekomendasi Anime Gender Bender Paling Oke!

Walaupun mereka berdua sudah meminta bantuan Keiichirou, tapi Keiichirou tidak mau membantu dan akhirnya meninggalkan mereka begitu saja. (Astaga, lol banget scene yang ini. Wkwk)

Pada akhirnya mau tidak mau, Chihiro dan Madoka harus berhadapan dengan wali kelas Chihiro.

Sakamoto-sensei juga bertanya pada Madoka, apa yang di lakukan Chihiro sepulang sekolah, dan dengan polosnya, Madoka ingin mengatakan kalau Chihiro bekerja beres-beres rumah. Tapi sebelum Madoka bicara, Chihiro sudah lebih dulu menginjak kaki Madoka.

Chihiro terus-terusan menginjak kaki Madoka saat dia akan mengatakan hal yang tidak-tidak. Lalu Sakamoto-sensei yang menunggu jawaban Madoka tanpa sengaja melihat gambar corat-coret di belakang kertas karangan yang di buat oleh Chihiro.

Sensei juga melihat bagaimana akrabnya interaksi antara Chihiro dan Madoka(walaupun aslinya Chihiro ngamuk ke Madoka). Karna itu kekhawatirannya terhadap Chihiro langsung menghilang.

Pada akhirnya, Chihiro harus menerima semangat Keiichirou padanya. Saat Keiichirou mengetahui Chihiro bercita-cita untuk menjadi pemilik Hotel, dia membeli banyak buku untuk Chihiro. Yah, apapun cita-citanya, belajar banyak memang harus,’kan? ^^

EPISODE 8

Natal tiba~ dan Chihiro mendapat hadiah penyedot debu dari santa~

Sebelumnya saat mau numpang tidur lagi, Madoka tidak sengaja melihat majalah belanja yang sudah di tandai oleh Chihiro. Karna Madoka berniat ingin memberikan barang apapan yang Chihiro suka, akhirnya Madoka pun membelikan mesin penyedot debu sebagai hadiah natal.

Tapi melihat Chihiro yang menolak ajakan Hino main game hanya untuk beres-beres rumah, Madoka jadi tidak yakin apa memberikannya mesin itu adalah pilihan yang benar.(Chihiro masih SD udah kayak ibu-ibu. Wkwk)

Teman-teman Chihiro yang niat awalnya ingin mengundang Chihiro main game, harus kecewa karna Chihiro harus beres-beres rumah di hari natal. Karna mengingat rumah Madoka yang besar, akhirnya mereka memutuskan untuk datang ke rumah Madoka dan membantu Chihiro beres-beres.

Chihiro sangat senang, karna teman-temannya mau datang dan membantu. Satu yang tidak di sadari oleh teman-temannya adalah.. Saat beres-beres rumah mereka harus memakai apron. Dan apron yang di miliki Chihiro sudah pasti berenda~

Hino yang melihat teman-temannya memakai apron berenda, tidak tahan untuk tidak tertawa. Bahkan dia sengaja memfoto mereka dengan wajah miris. Syukurlah dia tidak ikut memakai apron itu, karna dia sudah membawa miliknya sendiri dari rumah.

Melihat teman-teman Chihiro yang datang untuk membantu, Keiichirou dan Madoka juga ikutan~

Tapi sebelum itu, Madoka di minta membereskan gunung sampah di kamarnya terlebih dahulu, sebelum membantu mereka merapikan hal lainnya.

Sekali dalam setahun, rumah harus di bersihkan secara menyeluruh, karna itu mereka semua membongkar semua perabotan di rumah untuk membersihkan sampai titik terdalam. Dan yang jadi kepala pelayannya tentu saja Chihiro.

Setiap pekerjaan yang di lakukan oleh yang lainnya, selalu di beri instruksi oleh Chihiro. Melihat Chihiro yang kelihatan terlalu bersemangat, Hino merasa kalau pekerjaan itu akan berlangsung lama. Karna itu Hino memanggil bantuan dengan memanggil Miyako datang.

Tapi walaupun sudah bersemangat ingin membuktikan kebisaannya, pekerjaan Miyako tidak ada yang benar. Masih sama seperti pertama kali datang ke rumah Madoka, dan yang lebih parah, masih juga ceroboh.

Karna itu, untuk menyelesaikan pekerjaan yang malah makin berantakan, semua orang bekerja sama. Hingga sore hari tiba, dan pekerjaan mereka akhirnya selesai. Seluruh ruanganpun terlihat berkilauan.

Saat semua orang sedang beristirahat, Chihiro menanyakan keberadaan Madoka pada Keiichirou. Karna sejak Chihiro menyuruhnya membereskan kamarnya, Madoka sama sekali tidak kelihatan. Keiichirou mengatakan kalau sekali-kali Madoka memang harus di biarkan membereskan kamarnya sendiri.

Setelah tiba-tiba datang dan mengamuk, Madoka memberikan kue buatannya pada teman-teman Chihiro yang sudah bekerja keras. Melihat Madoka yang datang membawa kue-kue dan camilan, membuatnya membayangkan bagaimana penampakan dapur.

Berbeda dengan ekspresi biasanya, Madoka kelihatan sangat percaya diri kali ini. Dia bilang dia sama sekali tidak membuat dapurnya berantakan, karna dia sudah membereskannya. Lalu untuk membuktikan kata-kata Madoka, Chihiro, Keiichirou dan Miyako sama-sama menengok penampakan dapur.

Chihiro tidak langsung percaya begitu saja, dia mengecek tempat sampah yang ada di sebelah dapur. Dan benar saja, sesuai perkiraan Chihiro, semua peralatan dapur yang sudah di gunakan, di buang ke tempat sampah, tanpa ada inisiatif mencucinya.

Memang benar.. Tidak ada yang beres kalau Madoka yang mengerjakan. Wkwkwk

Karna sudah terlalu malam, Miyako, Hino dan kawan-kawan di antar pulang dengan mobil oleh Keiichirou.

Chihiro mengira akan memakan waktu lama untuk beres-beres akhir tahun, ternyata mendapat bantuan dari semua orang membuat pekerjaannya lebih ringan. Melihat Chihiro yang kelihatan sudah bekerja keras selama ini, Madoka memutuskan untuk mengajak Chihiro berlibur keluar.

Karna kebetulan Hino menemukan tempat liburan yang bagus, mereka semua akhirnya liburan~

Semua orang tampak tidak sabar untuk segera sampai, Hino bahkan lebih bersemangat dari biasanya. Tapi sepertinya Chihiro sama sekali tidak terpengaruh semangat yang lainnya. Chihiro jadi sangat lesu karna sepertinya dia lupa mengunci tempat sampah di rumah Madoka.(Astagaa!! Chihiro itu Cuma tempat sampah!!!)

Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya sampai di penginapan. Dan seperti anak-anak pada umumnya, Chihiro dan Hino yang paling bersemangat mengelilingi penginapan. Bahkan Miyako juga mengatakan belum pernah ke tempat seperti itu sebelumnya.

  Rekomendasi Anime Paling Berkesan Akhir Tahun

Madoka menjelaskan, kalau dia baru datang ke penginapan ini lagi setelah sekian lama. Dulu dia sering sekali datang bersama dengan kakaknya, ibu Chihiro.

Tapi Chihiro yang mendengar kata ‘setelah sekian lama’ dari Madoka, mebuatnya bersemangat untuk bersih-bersih, dia bahkan sudah membawa apronnya. Sayangnya keinginan Chihiro langsung tergagalkan karna penginapan itu selalu di bersihkan oleh pengurusnya.

Melihat Chihiro yang kecewa, Hino melempar salju ke wajah Chihiro dan mengatakan ini bukan saatnya bersih-bersih, tapi saatnya main! Dan Chihiro pun kembali semangat mengejar Hino ke sekeliling penginapan. Dalam hati, Madoka, Keiichirou dan Miyako bersyukur karna sudah mengajak Hino.

Hino dan Chihiro yang sejak tadi kejar-kejaran, akhirnya berhenti setelah mereka melihat danau yang membeku. Ternyata danau itu memang sengaja di bekukan untuk di jadikan lintasan ski, karna itu semua orang jadi bersemangat main.

Sayangnya, itu adalah pertama kalinya Chihiro main ski, karna itu Miyako berjanji akan mengajari Chihiro. Tapi ternyata tidak semudah di bayangkan, Chihiro sama sekali tidak bisa meluncur, dan cuma bisa berdiri dengan kaki gemetar.

Sementara Keiichirou yang memang membawa kamera, sengaja memfoto Chihiro yang sedang ketakutan. (Keiichirou usil banget. Lol)

Kemudian, Hiro yang usilnya lagi kumat, juga sengaja mendorong Chihiro yang sedari tadi berdiri tanpa bergerak.

Hino kelihatan puas melihat reaksi Chihiro yang ketakutan saat meluncur. Selain itu, dia juga di buat penasaran dengan Madoka yang hanya berdiri di pinggir tanpa sekalipun bergerak. Lalu dengan iseng, dia juga mendorong punggung Madoka.

Di luar dugaan, ternyata Madoka juga sama sekali gak bisa main ski. Dan Keiichirou juga sengaja memfoto reaksi Madoka yang ketakutan. (Di sini Keiichirou sama Hino udah kayak duo evil. Wkwk)

Selain keisengan Hino dan duo gak bisa ski Chihiro dan Madoka, di episode ini juga di selipkan pasangan manis kita. Yaitu Keiichirou dan Miyako~

Miyako mengatakan pada Keiichirou kalau dia juga masih tidak bisa menyeimbangkan diri dan meminta saran dari Keiichirou. Keiichirou yang mendengarnya tentu dengan senang hati mengajari Miyako. (Sayang banget interaksi mereka gak banyak, dan itu bikin greget. Ukh!)

Setelah mereka kembali di penginapan, masakan sudah tertata rapi di atas meja. Bahkan tempat tidur dan kayu untuk perapian juga sudah di siapkan oleh pengurus.

Karna semua bahannya sudah siap, mereka hanya tinggal memasaknya. Chihiro sudah bersiap dengan menggunakan apron nya, tapi kegiatannya di hentikan sama Miyako. Miyako mengatakan kalau ini adalah liburannya Chihiro, jadi Chihiro nggak perlu kerja sama sekali.

Jadinya, mau tidak mau, Chihiro mengikuti perkataan Miyako, dan membiarkan Miyako yang memasak nabe nya. Tapi sebelum Chihiro sempat memberi saran, Hino langsung nyampurin semua bahan ke dalam panci. Dan itu sukses bikin Chihiro langsung syok.

Setelah selesai makan, Chihiro juga ingin mencuci piring kotornya, tapi di berhentikan lagi sama Miyako. Chihiro si penggila bersih-bersih, tiba-tiba nggak boleh melakukan apapun, rasanya itu sedikit membuatnya stress.

Padahal Miyako mau buat Chihiro istirahat karna selama ini Chihiro sudah bekerja keras, tapi kayaknya itu bukan ide yang bagus. Lalu Hino memberi saran pada Madoka dan yang lainnya biar Chihiro lebih menikmati liburannya, yaitu dengan membuat Chihiro merasa di butuhkan.

Kalau orang lain, di suruh-suruh itu gak mau ya? Tapi Chihiro kayaknya senang kalau di suruh-suruh ambil, atau buatin sesuatu, karna Chihiro jadi merasa di butuhkan.

Dan malam berlalu sangat panjang, mereka bahkan menonton pertunjukan Uchoten boys di tv. Sampai pada akhirnya semuanya ketiduran di kotatsu.

Chihiro terbangun lebih cepat dari matahari, karna itu pas dia membuka pintu untuk ngeliat suasana di luar, dia kaget karna ternyata Madoka sudah ada di luar dengan tubuh berselimut. Saat Chihiro tahu kalau Madoka menunggu matahari terbit pertama di tahun baru, dia ikut duduk di samping Madoka.

Madoka jadi merasa nostalgia lagi, saat Chihiro duduk di sampingnya dan sama-sama menunggu terbitnya matahari. Karna sebelumnya, dia selalu duduk di sini bersama kakaknya, sekarang setelah kakaknya tidak ada, Chihiro yang menggantikannya.

Setelah sama-sama melihat matahari terbit di awal tahun baru, mereka berjanji akan kembali ke penginapan itu lagi tahun depan.

Lalu setelah semuanya bangun dan merayakan tahun baru bersama, mereka mengalami masalah baru. Yaitu makanan tahun baru~

Miyako sudah membawa makanan tahun baru yang sengaja di buatkan oleh koki di rumahnya. Hino juga membawa makanan buatan ibunya untuk merayakannya bersama. Chihiro juga sudah menyiapkan makanan tahun baru saat datang ke penginapan.

Dan seperti belum cukup, Keiichirou juga sudah memesan masakan tahun baru untuk liburan mereka, di tambah pengurus penginapan yang sudah menyiapkan kue beras untuk mereka.

Sepertinya tahun baru mereka akan di awali dengan berat badan yang naik drastis.(Mending kasih saya aja kalo kebanyakan, daripada mubazir. Wkwk)

Daan, itu dia akhir dari episode 8~

Review episode sebelumnya ada di sini~ Part 1, Part 2, Part 3

Okedeh, kalau gitu, see u next Update~

Happy New Year~~ (Nggak oi!!)

Apa Tanggapan Anda??

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *