Cerita #11 – Perasaan Yang Salah Eps. 10

Niken melangkahkan kaki di bandara Schiphol. Matanya nanar menatap kosong ke depan. Kepulangannya ke Indonesia lalu kembali ke Belanda ternyata hanya berbuah bahagia saat di makam orangtuanya, curhat di apartemen Lita dan bercengkrama bersama paklek dan bulek. Sisanya adalah keruwetan pikiran dan hati ibarat piringan hitam rusak tapi diputar paksa kembali.

Sementara di sudut sebelah sana, sepasang mata mengawasi seorang gadis cantik dingin dan kadang misterius bernama Niken ini. Gadis yang beberapa waktu terakhir mengisi hari-harinya dengan posisi entah sebagai apa.

Niken kadang manis dan elegant seperti seorang wanita dewasa pada umumnya, namun terkadang juga rapuh dan cengeng seperti gadis kecil yang membutuhkan dekapan dan perlindungan. Sosok lelaki bernama Dani ini tampak memperhatikan dalam-dalam bagaimana wanita ini berjalan dengan tatapan kosong, wajah tanpa ekspresi, dan senyum yang kadang hanya dia dapatkan saat dia memegang cup ice cream yang diinginkannya. “Sebenarnya apa yang disembunyikannya?” Dani bergumam lirih.

Beberapa kali pertanyaan tentang Niken muncul di kepalanya. Tapi kemudian dia sadar, dia pun patut koreksi diri. Niken juga pasti punya pertanyaan tentang dirinya. Lelaki yang selalu disampingnya tapi tak pernah sekalipun mengungkapkan cinta.

Bukan tak berani, tapi Dani tak mampu mengejewantahkan perasaannya sebagai apa. Bagi dia Niken hadir ibarat setitik cahaya yang membantunya menatap indahnya dunia. Indah dan menyenangkan.

Beberapa kali sejak dia sadar dia tak bisa menjauh dari Niken, Dani berusaha mentasbihkan hubungan kedekatan mereka dengan satu ungkapan cinta. Tapi sepertinya Niken pun tak peduli. Dia tampak nyaman atas hubungannya dengan Dani yang kadang dikuatkan hanya dengan ungkapan ‘Aku kangen kamu’ saja.

  Cerita #2 - Perasaan Yang Salah Eps. 01

Niken duduk di sebuah kursi menunggu kedatangan Dani tanpa mengetahui bahwa Dani sudah menunggunya sejak lama. Gadis semampai berkulit putih dengan gigi gingsul yang mungkin hanya terlihat sesekali saat hatinya benar-benar happy ini asyik berkutat dengan tatapan kosong dan raut wajahnya yang membeku.

“Sena sudah bahagia.” ucapnya dalam hati. “Seharusnya aku senang tapi kenapa aku begini?” Dia menggigit bibirnya.

Dalam moment ini, tak perlu bertanya tentang air mata. Niken adalah pemilik saham terbesar perusahaan air mata gadis-gadis pilu yang terluka karena cinta.

“Ehm.. Sudah lama menunggu nona?” Suara berat seorang lelaki membuyarkan lamunannya.

“Dani..” Niken buru-buru menghapus air mata.

‘Kenapa menangis, apa kam…”

“Please stop! Kan aku sudah bilang jangan bertanya..” Potong Niken dengan wajah cemberut.

“Bukan. Maksudku, aku cuma mau bertanya apa kamu membawakan kripik singkongnya?” Dengan wajah pura-pura lugu Dani mengalihkan pembicaraan.

Niken tergelak. Dia menyandarkan kepalanya pada bahu lelaki ini. Orang ini selalu tau gimana cara membuatku bahagia.o

“Pulang yuk! Aku harus bertemu sponsor penelitianku. Kamu juga harus istirahat. Besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat” ajak Dani.

“Bolehkah beli ice cream dulu?” pinta Niken

“Ok darling. Only one cup!” canda Dani sambil mencubit hidung Niken gemas.

  Cerita #9 - Perasaan Yang Salah Eps. 08

Sudah 3 hari Sena betah berada di paviliun rumahnya. Bukan papa dan mamanya tak tau, tapi mereka membiarkan Sena untuk menyelesaikan setiap pikiran dan permasalahan sendiri.

“Entah apa yang terjadi” Ibunya Sena berbisik lirih sambil mengaduk tehnya.

“Biarkanlah. Dia perlu waktu sendiri” Lanjut Ayah Sena.

“Sepertinya tentang Niken. Entah dimana anak itu” Ibunya Sena berbicara sambil tercekat. “Dia bahkan mengembalikan semua uang kiriman kita. Tak pernah ada kabar, menghilang dan seolah pergi dari kita sejauh-jauhnya” Ibu Sena menarik napas panjang menahan air mata, sementara ayah Sena menunduk terpekur menyesali tiap ucapan yang pernah dia ucapkan saat itu.

“Seharusnya aku melarangnya pergi” Sesalnya. “Dia kuhukum terlalu berat” Ayah Sena menatap meja makan dengan lelah.

Sementara itu di loteng paviliun..

“Dia bahkan masih memakai kalung pemberianku” Sena bergumam sambil memperhatikan lionti bertuliskan huruf NS ukuran agak besar. Kalung dan liontin yang dia berikan sebagai hadiah ulang tahun Niken yang ke 20. Hanya dia dan Niken yang tau tentang makna huruf NS yang berarti NikenSena lainnya mengira itu adalah singkatan dari Niken Sarasvati Ayu nama kepanjangan Niken. Sena masih ingat wajah berbinar Niken saat dia memasangkan kalung ini di lehernya, membisikan kata cinta dan doa semoga Tuhan memudahkan langkah mereka untuk bersama.

“Dia benar-benar menawan” Bisik Sena yang beberapa hari ini aktivitasnya hanya memutar tayangan cctv yang dia minta dari kafe langganannya.

Dulu Niken suka sekali berdandan, Sena mengingat deretan perlengkapan make up Niken yang memenuhi meja rias dan tas kerjanya. Tapi dia tak melihatnya kini. Niken tampil polos hanya dengan lipstik sewarna bibir dan alis yang dibiarkan alami. Tapi justru membuat dia semakin tampak mempesona.

“Katakan bagaimana caraku menemukanmu Ken” Sena meremas kepalanya yang terasa berat. Dia bergegas mengambil kunci mobil, melaju membelah jalanan ibu kota, menghilangkan kegalauannya.

“Kamu serius?” Tanya Diva

“Iya bisakah kamu membantuku, sepertinya kita harus menunda sebentar rencana pernikahan kita?” Pinta Sena.

“Ga masalah. Aku juga beberapa waktu ini sedang full job. Beberapa daerah meminta untuk membuka cabang baru” Diva yang seorang dokter kecantikan ini memberi tanda setuju.

“Nanti aku yang akan bicarakan dengan papi ” Lanjut Diva.

Sena tersenyum. Diraihnya tangan Diva, lalu dikecupnya dengan wajah penuh ungkapan rasa terimakasih.

  Cerita #4 - Perasaan Yang Salah Eps. 03

“Welcome home nona manis..” Dani membuka pintu apartemen Niken dengan gaya layaknya sambutan pada seorang tamu hotel. “Masuk dan tidurlah. Mata kamu sudah seperti mata panda yang habis nonton final laga piala dunia berhari-hari lamanya. Siang nanti aku akan membawakan makan siang untukmu” Kata Dani sambil bersiap keluar dan menutup pintu.

“Terimakasih” Ucap Niken sambil memandang wajah lelaki yang selalu ada di tiap dia membutuhkan teman. Sekilas Dani balik memandang wajah Niken. Ditatapnya mata sendu dengan gurat luka yang dalam. Tiba-tiba dia jatuh iba . Wajahnya mengingatkannya pada luka seorang wanita di masa lalunya.

“Aku tidak tau apa yang terjadi padamu Nik. Tapi aku tau kamu pasti kuat. Sini..” Kata Dani lembut sambil merengkuh tubuh Niken, dia mengecup pelan kening Niken dan membiarkan wanita ini tersenyum dalam dekapnya

Bersambung..

Sebelumnya Episode 9 – Selanjutnya Episode 11

Dari Group Facebook, Penulis : Yayuk Hartini

You May Also Like

Apa Tanggapan Anda??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *